Home > scribble > Kemana perginya “Musyawarah untuk Mufakat”?

Kemana perginya “Musyawarah untuk Mufakat”?

Menjelang pesta rakyat yang akan dilaksanakan tahun 2009, banyak partai politik baru yang bermunculan. Gak sedikit dari parpol baru atau bahkan parpol lama yang mencalonkan selebritis (baca: artis) dalam pemilihan kepala daerah. Fenomena kayak gini lagi nge-trend di banyak wilayah Indonesia.

Motif apa yang melatar belakangi pencalonan artis2 oleh parpol-parpol itu? Klo menurut gw sih ya supaya bisa meraih suara terbanyak dan jadi pemenang di tiap Pilkada atau Pemilu. Yang jadi pertanyaan adalah, “Kenapa harus artis yang dicalonkan?” Apa gak ada figur pemimpin lain yang layak dicalonkan?

Klo menurut gw, berikut adalah beberapa alasan yang (mungkin) menjadi motif:

  1. Popularitas artis bisa dijadikan alat bantu untuk meraih suara terbanyak
  2. Para selebriti yang notabene hanya bermodal popularitas tanpa disertai knowledge tentang politik & kepemimpinan, bisa dengan mudah dikendalikan oleh orang-orang yang ada dibelakang mereka. Artinya, setiap kebijakan yang akan dibuat nantinya, akan dipengaruhi oleh kepentingan2 golongan tertentu saja.

Demokrasi Indonesia memang berkembang… tapi berkembang ke arah yang semakin gak menentu. Seluruh kebijakan ditentukan oleh suara terbanyak (voting). Trus, kemana perginya “Musyawarah untuk Mufakat”? Apa diantara kita masih ada yang ingat, apa azas demokrasi Pancasila? Masih ada yang ingat??

Beginilah kalo uang sudah bicara. Suara bisa dibeli. Jadi, kepala daerah bukan masalah lagi, tinggal cari penyandang dana & kasih janji-janji palsu. Tapi klo gagal jadi pemenang, bingung cari cara bayar utang yang bisa sampe lebih dari 3M. Bahkan ada yang sampe mau bunuh diri tapi batal dan akhirnya masuk Rumah Sakit Jiwa. Menyedihkan…

Beginilah wajah demokrasi Indonesia saat ini…

Advertisements
Categories: scribble
  1. August 20, 2008 at 5:21 pm

    soal yang kalah dan punya utang 3 M

    coba pikir…
    andaikan dia menang, berarti dia peres duit rakyat 3 M
    buat nutup hutang kampanye-nya

    bah!

  2. April 16, 2009 at 2:25 am

    semoga rakyat tidak menjadi korban politik, namun menuai kesejahteraan lahir dan batin. Amin….!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: